Jumat, 25 Juni 2010

PEMUDA IDEAL!

Apa yang kamu pikirin kalo denger kalimat bahwa Pemuda adalah Generasi Penerus Bangsa? Terus apanya yang di terusin? Hehehe, siapa lagi yang akan menerusakan perjuangan dan dakwah yang sudah dilakukan para kaum tua yang telah mendahului kita yang pastinya Pemuda, pemuda yang mempunyai akhlak yang baik dan tentunya memiliki Ilmu pengetahuan yang luas.
Pemuda berperan penting dalam kehidupan didunia ini, Potensi yang dimiliki sangat besar jika diasah dan disinergikan, potensi-potensi itu akan menghasilkan ledakan yang dahsyat. Tapi percuma saja kalo pemudanya bermalas-malasan, tidak bersemangat dan mudah putus asa apa lagi kalo di ajak holaqoh atau ngaji aja susah? Hmm, kalo begitu gimana mau jadi pemuda muslim yang ideal?
Katanya “Yang muda yang berkarya dan jangan cuma bicara” kalo menulis di Gaul Islam gimana tuh? Hehehe Insya Allah tulisan ini sebagai wujud nyata sumbangan pemikiran dan dakwah, usaha untuk menyemangati dan mengkritisi kondisi pemuda saat ini. Prikitiw!
Bro en sis! seperti yang kita ketahui banyak perubahan besar yang terjadi dan dilakukan oleh pemuda, coba kita flashback pada masa detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia, semangat para pemuda saat itu luar biasa sampai-sampai Ir. Soekarno diculik oleh golongan Pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia jangan lupa juga momentum sumpah pemuda yang bertekat untuk bersatu membangun bangsa, semangat!!!
Dalam sejarah Islam kita lihat pembinaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap para pemuda. Yang termuda, Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin Al’Awwam, kemudian Ja’far bin Abi Thalib (18), Usman bin Affan (20), Umar bin Khattab (26), Usman bin Zaid pada usianya yang masih cukup belia (18) Rasulullah SAW mengangkatnya menjadi Penglima Perang memimpin pasukan muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada dalam kekuasaan Romawi.
“Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan ia dari kalangan pemuda.” Ibnu Abbas rs.
“Kami mendengar ada seorang pemuda ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala, namanya Inrahim.” (TQS. Al-Anbia: 60)

Pemuda-pemuda seperti merekalah yang kita patut teladani, ilmu pengetahuan, semangat berjuang, jiwa berkorban dan ketakwaan semata-mata hanya mengharap ridho Allah dan RasullnNya.
Patut diberi apresiasi
Di zaman sekarang ini kita patut bangga atas prestasi pemuda Indonesia dalam berbagai bidang. Di bidang sains, pemuda Indonesia menjuarai olimpiade Internasional seperti meraih piala Perak pada tahun 2008 lalu, dalam ajang Internasional Mathematics Olympiad (IMO), Internasional Biology Olympiad (IBO) dan banyak lagi. Nggak ketinggalan dalam bidang teknologi, bidang olah raga nggak sedikit meraih prestasi yang membanggakan, disisilain dalam bidang ini pemerintah sepertinya kurang serius dalam memberdayakan SDM pemuda, bisa kita lihat dari kesejahteraan para atlit boleh dibilang masih kurang malah sampai ada atlit yang terpaksa menjalani propesi sampingan sebagai tukang asongan, supir angkot dan lainnya. Hmmm coba perhatiin juga Tim Sepakbola Indonesia, kita berharap bisa menjuarai Piala Dunia bukan hal yang mustahilkan?, jangan hanya menang dalam pentas adu jotos, tawuran ketika para sporter kecewa atas kekalahan tim kesayangannya, juga ada yang sampai meninggal demi hal yang kurang patut diperjuangkan hmm?? Walaupun semangatnya berapi-api tapi jangan dicontoh loh.
Diantara segudang prestasi yang diraih nggak kalah banyak juga Pemuda yang terjerumus dalam pergaulan yang salah fatal, budaya seks bebas yang seakan sudah biasa di kehidupan Kota-kota besar, penyalah gunaan obat-obatan terlarang, Narkoba sebagai pelarian atas problem hidup yang amat berat, padahal pakai Narkoba bukan solusi yang gentleman “nggak cowok banget dach!” banyak yang meninggal akibat OD (over Dosis). Belum kasus yang sering muncul di media tentang aborsi, akibat pergaulan seks bebas, apa mungkin si perempuan belum siap atas kehamilannya dan status buruk yang dicap kemudian menggugurkan kehamilannya, lebih tidak manusiawi lagi si jabang bayi yang sudah dilahirkan sengaja dibunuh oleh ibunya, wadduh binatangpun nggak sekejam itu dech?
Belum lagi kasus pelajar yang putus asa karena nggak lulus Ujian Nasional? Mengambil Jalan pintas karena merasa malu akhirnya bunuh diri, wow! Penyerahan diri sepenuhkanya kepada Allah ya bukan begitu caranya bro! kalo mau berserah diri kepada Allah SWT atau malu terhadap linkungan sekitar karena nggak lulus, mending kabur aja dari rumah terus cari pesantren yang gratisan enak toh? Syarat masuk ke Pesantren nggak harus lulus Ujian Nasional kok, Iya toh, mantep toh?
Budaya konsumerisme dan Gaya hidup mewah mungkin udah mendarah daging dikehidupan remaja perkotaan, doktrin kapitalisme membuat mereka terperosok ke dalam nafsu individualisme dan materialisme, ironisnya saat ada teman yang mendakwah tapi dengan seenaknya berkata “Urusin aja diri elo sendiri, ngapain repot-repot ngurususin gue!? udah dech urusan kayak begini nggak usah disangkut pautin sama masalah Agama”, Waduh, masih untung ada yang mau peduli kesesama temannya, apa jadinya dunia! jika semua manusia menjadi individualistis?
Remaja Sekuler.
Bro en Sis, sebelumnya saya bukan ingin menghakimi atau mencerca saudara-saudara lainya tapi kita juga wajib kritis dan menyadarkan bahwa masih banyak remaja yang mengaku Islam tapi nggak mau menkaji ajaran Agamanya sendiri, seiring perkembangan zaman malah membuat remaja menjadi sekuler! Coba tanyakan pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang sedang berlalu-lalang di jalan untuk menyebutkan 12 nama bulan dalam Islam? Pasti banyak yang tidak hafal dan terbata-bata menyebutkannya, tapi giliran ditanya bulan masehi? Anak Sekolah Dasarpun lancar nyerocos, kayak busway yang lagi ngebrutss. Repot-repot tanya soal bulan Hijriah coba dech tanya dulu huruf Hizaiyah? Hehehe. Demokrasi mengajarkan kita untuk mengagungkan kebebasan, dan hasilnya kerusakan!. Bro en Sis, “kita jangan jadi Bebek” alias mengikuti budaya barat mulai dari pakaian, hedonisme, hura-hura, pergaulan bebas terus suka mengkonsumsi narkoba. Pemuda adalah penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin Negara bahkan dunia. Negara pastinya hancur jika remaja tidak segera diselamatkan.
Solusi & Kriteria Pemuda Ideal
Solusinya hanya ada satu yaitu kembali kepada Islam yang Kaffah. Jangan setengah-setengah agar kita menjadi pemuda yang Ideal menurut Islam. Islam adalah agama yang amat memuliakan dan perhatian terhadap pemuda. Dalam Al-Qur’an mengkisahkan tentang Ashabul Kahfi, cerminan sekelompok pemuda yang beriman dan tegar keimannya kepada Allah SWT. Mereka berani meninggalkan kaumnya yang mayoritas menyimpang dari ajaran Allah dan penguasa dzalim sementara ratusan orang dibinasakan, diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. sekelompok pemuda itu bersembunyi kedalam sebuah gua dan Allah SWT menyelamatkannya dengan menidurkan mereka selama 309 tahun, Subhannallah! Gimana sih kriteria pemuda Islam yang ideal? dan Sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam? Nah tetep baca artikel ini.
Oke deh kita bahas Yuk! ini juga perlu jadi catatan dan tolak ukur buat kita, menurut Dr. M. Manzoor Alam (1989 : 40-43) kriteria dan sifat-sifat dasar tersebut adalah :
Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah.
“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepada anaknya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman besar.” (TQS. Luqman :13)
Kedua, berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua, Islam menekankan pentingnya berbuat kepada kedua orang tua dan merupakan bagian terhadap penyembahan terhadap Allah Yang Maha Kuasa.
“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. ((QS. Al Israa : 23)
Ketiga, jujur dan bertanggung jawab, pemuda Islam patutnya berikhtiar untuk memanfaatkan amanah yang berupa kekayaan, kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan dan lainya. sebagaimana Firman Allah SWT:
“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh Telah kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Israa : 16-17).
Keempat, persaudaraan dan kasih sayang, Pemuda Islam juga harus memiliki sifat kasih sayang antar sesamanya dan hendaknya dibarangi dengan semangat berkorban.
“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujuraat : 10).
Kelima, yang terakhir adalah bermusyawarah, setiap individu memiliki perbadaan, agar tidak terjadi perpecahan dan kesalah fahaman dalam bermasyarakat, tentunya Pemuda Islam juga harus perpegang teguh pada norma-norma permusyawarahan. Seperti yang telah diamanatkan Allah SWT. :
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali’Imran:159)
Apa yang bisa kita lakukan?
Wah, indah banget dech kalau saja sifat-sifat dasar tersebut ada di dalam pemuda Muslim Indonesia, pastinya akan membawa perubahan dan kemajuan ke arah yang jauh lebih baik. Point yang bisa kita ambil adalah teramat penting ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Jika hidup kita disibukkan dengan urusan Agama (Islam) tentu urusan duniawi akan mengikuti dengan baik namun sebaliknya jika kita hanya berjibaku hanya urusan duniawi alhasil hanya kenikmatan fatamorgana yang kita dapat, penyesalan dan kehancuran. Yang lebih mendasar adalah perkara Aqidah, seharusnya kita lebih memahami dan menerapkan Aqidah yang benar.
Bukan perkara sulit untuk mewujudkannya jika kita mau melakukan perubahan mulai pada diri kita sendiri, jangan cuma bicara “Talk less do more” Hehe. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah berdakwah, karena merupakan kewajiban setiap Muslim untuk mengingkan kejalan yang benar dan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai mencela orang-orang yang berbuat salah karena itu akan membuat mereka semakin gila dalam kesalahan, jangan sampai kita berdakwah namun menganggap kita lebih tinggi lebih berilmu dari mereka yang kita dakwahi karena biarlah Allah yang menentukan derajat kemuliaan seseorang.
Bro en Sis, Masalah hidup pasti nggak akan habis tapi hanya ada satu solusi yang tepat, yaitu “Hadapi”. Pertanyaannya adalah bagaimana mewujudnyakan supaya kita menjadi pemuda yang ideal menurut Islam? Hmm tentunya dengan Belajar sebagai langkah awal mendalami Islam yang seutuhnya kemudian segera menyampaikan Ilmu yang kita dapat kepada teman-teman yang lainnya. Oh indahnya jika semua itu bisa terwujud.

Comments :

0 komentar to “PEMUDA IDEAL!”